Monday, October 27, 2008

Quilty Trip...




Ini adalah traveling terlucu sepanjang traveling yang pernah gw lakoni..gara - gara kekeuh pengen ke Ujung Genteng setelah disirikin sama foto-foto ini.. Udah curiga dengan meeting point yang ga umum.plus peserta yang bawa koper eliminasi .(dan susu ultra..teteup) , belum lagi nantinya suguhan pemandangan pemotretan calendar sampai tahun 2012..karena udah bayar lumayan akhirnya kita go show juga walaupun udah tau bakalan didera selama kurang lebih 5-6 jam perjalanan.
Gw mau ngaku dosa. Gw feeling quilty banget dengan trip kali ini..meskipun pada awalnya gw salut lah sama si EO yang anak-anak muda banget.First, soal sampah..they’re not prepare something to keep and throw the trash. Sedih banget pas otw ke Jakarta masih keliatan sterefoam bekas lunch kita kemaren berserakan di tengah-tengah hamparan kebon teh. Second soal air minum..meskipun itu merupakan kebutuhan yang secara individual emang harus diprepare sendiri tetapi alangkah baiknya after having meal juga disediakan air minum ya.. Next time mudah-mudahan hal ini lebih diperhatikan terutama soal sampah itu tadi. but thanks anyway buat SB
akhirnya gw cuma mengcaptures yang ga jelas.males pisannnn...lucky me..ditengah ke "bete-bete "an si penyu yang mau bertelur tapi banyak yang motret dan berisik, seperti yang kita lihat semalam, gw ketemu sama rombongan ember bocor yang ternyata juga memendam rasa yang sama terhadap perjalanan ini. jadilah kita bergabung dengan tidak lupa selalu berpegang pada kolerasi antara 'pub' penyu, tiga diva dan susu ultra...
selebihnya tentang BBC dan 3D biar si mbak ini yang posting..

Tuesday, October 14, 2008

The One and Only Gabriel...

http://gabrielwicaksono.multiply.com/

Edge of Losari

akibat cuma punya waktu 2 jam sebelum cek in di Sultan Hasanudin, dengan terpaksa semua dilakukan dalam 1 paket...membeli oleh-oleh, nengok Benteng Rotterdam yang kesohor itu plus melengkapi koleksi narcis di pinggir pantai Losari..pinggir banget..saking minggirnya sampai cuma dapet ini gambarnya. But anyway, Makasar is good even hot ..duh..dimana sih yang ga panas sekarang..

Thursday, September 4, 2008

Pedestrian, Not "on Foot "Only..sekalian meralat Travelling tidak harus berkantong tebal..


Pedestrians is a person travelling on foot, sebenernya...tapi sebagai anggota pedestrian di kampus dulu, kayaknya saya lebih dominan naik kendaraan deh. actually saya lebih suka dengan destination yang akan kami tuju..ada juga beberapa perjalanan yang sengaja di tempuh on foot misalnya dari kost ke kampus..hihii.Tapi sejujurnya perjalanan - perjalanan kami pada awalnya memang ditempuh dengan naik kendaraan baru menyusuri jalan baik aspal , berpasir, berlumpur, etc.
Terkait dengan tulisan saya bahwa untuk bertravelling perlu dompet tebal, saya ga mau ngedit, tapi saya mau ralat bahwa travelling sebenernya bisa koq dengan modal pas2an..maksud saya sebenernya..ya mana tau kita perlu naik angkot tadi, perlu naek ojek, perlu bayar jasa orang yang ngasih tau alamat..dll..mksdnya ya jangan kere2 amat..
yang dibutuhkan sebenernya adalah modal nekat ding...soalnya kalo ga nekat ga bakalan bisa kemana-mana..dulu saya pernah numpang truk pasir mau mau ke Galunggung. serem sih mana masih gelap trus bareng2 sama kuli - kuli pasir, mana kita cewek ber - 4.. pernah juga waktu ke Papandayan, numpang di rumah penduduk tapi ngasih sekedarnya lah..tuh khan perlu duit juga.
Travelling yang boros tuh kalo di daerahnya ada yang lucu-lucu..lucu untuk ditawar maksudnya..trus terjadi transaksi..ehm
one thing selain modal nekat -yang sekarang tidak saya miliki- modal utama adalah PD. bayangkan untuk menuju suatu tempat that we never been there before apalagi yang utama selain PD..

Surprise (not Sun Rise) at Semeru


Mengambil Rute Bandung - Surabaya - Malang - Tumpang - Ranupane - Ranukumbolo -Semeru, ada yang tidak terlupakan ketika saya berada di puncak Semeru beberapa tahun yl (yang lampau saking dah kelamaan)..
1. Kedinginan yang amat sangat ketika mendirikan tenda di malam hari, dekat lereng edelweis, karena cuma bercelana pendek dan tanpa jaket.
2. Sebelah bagian wajah hangus terbakar karena sinar matahari dari satu sisi terus menerus sepanjang hari. Selama beberapa hari setelah itu, saya harus menutup muka dengan bandana karena orang sering memerhatikan muka saya yang hitam sebelah dan mulai mengelupas.
3. Bertemu teman kost saya dipuncak Semeru. pada waktu itu saya sedang turun gunung dan mendengar teriakan yang mirip teriakan teman se kost saya di Bandung..emang dia. what a big surprise..
Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan ketinggian 3676dpl dan terletak diantara Malang dan Lumajang. Dapat ditempuh dari kota Malang menuju desa Tumpang dan disambung dengan Jip hingga Ranu Pane yang merupakan desa terakhir di kaki gunung semeru dimana disini terdapat Pos Pemeriksaan bagi pendaki .
Along the way menuju Puncak semeru yang disebut Mahameru ini sebenernya good view cuma capek. Menyusuri lereng bukit yang dipenuhi edelweis lalu sampai di Watu Rejeng dimana terdapat batu terjal yang punya pemandangan indah ke arah lembah dan bukit yang ditumbuhi pinus dan cemara. Bertemu lagi dengan danau yang airnya sangat jernih, Ranu Kumbolo. lalu mendaki bukit terjal lagi tapi kemudian disuguhi pemandangan padang rumput yang luas yang disebut Oro - Oro Ombo. Cemoro Kandang adalah destination berikutnya sebelum mencapai Arcopodo yaitu wilayah terakhir sebelum melewati bukit pasir , yaitu trek yang paling menyebalkan karena selain curam dan mudah merosot juga naiknya kudu pagi-pagi buta sekitar jam 2an supaya sampai di puncak pas matahari muncul.
Cuma satu yang saya sesali waktu pergi ke Semeru..pada waktu itu saya belum berjiwa narcis sehingga yang difoto kebanyakan pemandangan...hehehe..teteuppp...

(gambar : belum sempet posting)

Sunday, August 31, 2008

Step Into Buntok..

Buntok hanyalah kota kecil yang tidak habis dalam 1 jam dikelilingi. meskipun merupakan ibukota Kabupaten yaitu, Kabupaten Barito Selatan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pertama kali sampai di Buntok, saya merasa sempat frustasi apalagi first trip kesana sempat menemui berbagai halangan , seperti jarak yang seharusnya +/- 12 jam dari Balikpapan harus ditempuh 24 jam lebih karena kerusakan pada mobil yang saya kendarai. .
Buntok adalah daerah dengan komoditas rotan dan karet. Kotanya relative sepi dan perkembangannya agak lambat tidak seperti sebagaimana sebuah Kabupaten pada umumnya. Mungkin karena akses kesana yang agak susah dari ibukota Propinsi Kalteng. Saat ini sebenernya dari Palangka sendiri untuk menuju Buntok cuma memakan waktu paling lama 6 jam tapi harus melewati beberapa penyeberangan yang lama antrinya. Diupayakan menjelang thn 2009 jembatan shortcut yang menghubungkan Palangka dengan Buntok sudah selesai.
Kemudian dalam kunjungan selanjutnya, saya jadi menyukai Buntok, dengan kesepiannya sebagai kota kabupaten..karena disini satu - satunya saya bisa makan "pait" (kelelawar besar) dan "wadi"(daging yang difermentasi menggunakan beras ketan goreng tanpa minyak, biasanya adalah daging babi) tanpa harus susah mencari, pergi ke tepi Sungai Barito
si “Long River “ Barito yang kebetulan cuma 5 menit jalan kaki dari depan rumah dan hanya berdiam diri sambil memandangi perahu - perahu kecil yang hilir mudik serta mengunjungi Desa Sanggu untuk belanja Angrek sehingga sayapun bisa membawakan ibu saya Anggrek Hitam secara gratis ketika kembali ke Jakarta.

Try Garut...

Kota Garut yang terletak 120 km dari Bandung merupakan salah satu tujuan wisata didaerah jawa barat yang juga menjadi priority saya. Saya begitu mencintai Garut dengan ukuran small nya, yang ga bosan-bosannya ditelusuri dan juga cipratan-cipratan daerah cantik disekitarnya. Meskipun cuma pernah menghabiskan hampir 3 bulan di Garut waktu KKN dulu..dan kebetulan saya sering menemani seorang kawan menjelajah langit di gunung Haruman, kota itu membuat saya merasa excited ketika menentukan next destination trip.
Ini yang bikin
kangen..
Cipanas
Objek wisata atau yang lebih dikenal dengan pemandian air panas cipanas terletak di Kec. Tarogong. Letaknya sebelum sampai di Kota Garut, dari arah Jakarta setelah kecamatan Leles. Sign nya sangat jelas sepanjang jalan mengingat ini adalah best sellernya wisata Garut. Di daerah wisata ini banyak tersedia penginapan dari yang kelas OK sampai GA OK..dan rata - rata mereka membangun kamar mandi berupa bath up alam (kolam pribadi)..yang airnya langsung mengalir dari sumber mata air panas Gunung Guntur..
recomended deh.
Candi Cangkuang
Candi Cangkuang dapat dicapai dengan ojek ataupun dokar dari kecamatan Leles dengan jarak +/- 2 Km. Walaupun dapat dicapai full totally jalan darat namun dapat pula kita menyambung dengan menyeberangi situ cangkuang dengan getek (rakit bambu). Candi yang terletak di wilayah Cangkuang merupakan peninggalan Hindu abad ke -8. Apa yang menarik dari tempat wisata ini adalah Kampung Pulo dengan sejarahnya, dimana ada beberapa keharusan yang harus dipatuhi penduduk kampung Pulo, misalnya tidak boleh lebih dari 6 KK yang mendiami kampung tsb dan pewaris rumah adat adalah wanita. Maka apabila seseorang laki - laki telah menikah maka dia harus meninggalkan kampung tersebut paling lama 2 minggu setelahnya. Hal ini sesuai dengan adat leluhur jaman dahulu dimana ketika Arif Muhammad sebagai penyebar agama Islam pertama disitu meninggalkan 6 wanita dan 1 Pria ketika wafat. Di Kampung itu juga tidak diperbolehkannya memelihara ternak besar berkaki 4 seperti kambing, sapi sehingga mata pencaharian mereka selain bercocok tanam, juga menjala ikan dari danau dan berdagang buat pengunjung situs...serta...dilarang membunyikan gong besar.
Sambal Cibiuk
Cibiuk sebenarnya adalah nama tempat yang terletak di kaki gunung Haruman. Dulu Sambal Cibiuk belum se-ngetop sekarang ini. Biasanya kalo kita terbang maka destination landingnya salah satunya adalah di desa Cibiuk dan selalu mengisi perut dengan sambal khas daerah ini plus ikan nila goreng garing..(aduh..sampai ngacai nulisnya). Khasnya adalah tomat hijaunya..cuma ga tau ya rasanya koq cihuyy habis...
Jl.Cileduk
Secara di Garut, jaman - jamannya dulu , cuma ada 1 pusat perbelanjaan ASIA..maka belanjanya beralih ke jajan kuliner. Tiap malam di jalan Cileduk di kota Garut berjejer sepanjang jalan penjual jajanan baik yang traditional maupun modern..kayaknya kalau kapasitas perut bisa overload semua pengen dimakan deh..
Kampung Sampireun
ini adalah salah satu daya jual wisata kota Garut yang belum lama booming, merupakan suatu Resort dengan nuansa perkampungan sunda, terletak di kampung Ciparay Kacamatan Samarang. agak lumayan jauh tapi ga rugi begitu sampai disana. Kampung Sampireun sendiri diambil dari nama Situ (Danau) Sampireun yang berarti Tempat Singgah.


(no picture..belum ada))





.