Wednesday, August 19, 2009

One Fine Day at Benoa




Keuntungan memilih stay di Tanjung Benoa adalah pantainya yang relative sepi dibandingkan daerah Kuta. Air baru naik ke permukaan pantai setelah diatas jam 08.00 sehingga di pagi hari hanya tampak kegiatan penduduk local ataupun karyawan hotel. Terletak di ujung timur Pulau Bali, Tanjung Benoa menjadi tempat yang sangat cocok untuk kegiatan olahraga air. Menjelang siang daerah ini akan mulai ramai dengan kegiatan seperti parasailing, jet ski, flying fish dan banana boat plus diving, meskipun airnya ga sejernih Bunaken (yaiyalah). That’s why mulai lepas dari Nusa Dua banyak berjejer tempat-tempat yang menawarkan fasilitas untuk rekreasi olahraga air, biasanya mereka menawarkan sistem paket untuk beberapa jenis ORA.
Kunjungan ke Bali kali ini , meskipun tidak bisa menikmati kesenangan-kesenangan di air tadi, gw masih punya kesempatan one day -during those busy days- untuk mencicipi suasana Benoa.

Tuesday, August 18, 2009

Completely Toraja




Walaupun delay dan begitu tiba di bandara Sultan Hasanudin, yang dengan new look futuristiknya, lgsg cabut ke Toraja serta pegel selama 8 jam, tapi memanglah ga sia-sia gw menanti dengan sabar and almost forget selama hampir 8 bln. And today is the day.
Toraja adalah one of my desire local destinations selain Ujung Genteng, Bukit Tinggi dan Bunaken, dan P.Rote, dan Raja Ampat (lohhh koq jadi banyak??), yang gw yakin gw bakalan satisfied and excited through it, se nggak enak-ga enaknya.
Gw selalu get lucky ketika bepergian sesuai list desire destination tadi. Entah dengan teman seperjalanan yang 'gila' maupun dapet event yang serba kebetulan. Salah satunya adalah hujannnnn. Horeeeeee........Ga bisa kemana mana dong secara tempat-tempat yang mau dikunjungi semua serba outdoor. Untung Tuhan mengerti bahwa gw sudah berusaha keras menahan sabar baik ngumpulin harta maupun pegel pantat untuk kesini. Maka diijinkannya matahari bersinar jam 10 dan diijinkannya pula gw melihat salah satu dari rangkaian upacara adat Rambu Solo', setelah sebelum pergi mendapat info bahwa funeral ceremony yang kesohor itu cuma ada di bulan-bulan tertentu plus klaim bhw kepergian gw kali ini 'ga timing'.
OK. Ga cuma itu gw pun mendapat new exciting experience ketika menyaksikan Ma' pasi Laga Tedong alias adu kerbau.... dan ikut baku taruh :DD.. Ga lah mana mampu gw berjudai (judi boo) senilai 80jt, cash and carry pula!!gubrag.
Udah gede lagak bikin daftar destination sampai 2 lembar dan tentu saja ga kesampaian secara kelamaan bernarcis di suatu tempat (masalahnya salah satu teman gw narcis akut...piss,bak!). But, terbayarkan just because kita juga jadi "welcoming" tamu tak diundang di acara Rambu Tuka'. . See? How lucky I am dalam satu kesempatan berkunjung bisa menyaksikan 2 upacara adat tertinggi suku Toraja.
Kabupaten Toraja merupakan daerah pegunungan di utara propinsi Sulawesi Selatan, dimana mayoritas penduduknya beragama nasrani dan bermata pencaharian sebagai petani sehingga tidaklah mengherankan sejauh mata memandang dihampir setiap sudut kota , hamparan sawah hijau dengan gradasi kuning layaknya permadani yang sengaja dihamparkan untuk menghantarkan mereka ke rumah Tuhan, plus jajaran Tongkonan (rumah adat) dengan partner setianya si lumbung padi atau dalam bahasa Toraja disebut Alang. What amazing paints I see.


Monday, August 17, 2009

Buffalo Meaning at Toraja, South Sulawesi


Orang Toraja mempunyai cara tersendiri dalam menilai kerbau. Tinggi rendahnya bergantung pada penilaian yang berlaku umum dan sudah digunakan sejak jaman nenek moyang secara turun temurun.




Dalam kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja yang disebut Aluk Todolo, seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut puyo dengan diiringi sebuah upacara (Rambu Solo’). Kerbau dipercaya sebagai kendaran yang mengantarkan menuju puyo. Seseorang yang berkedudukan tinggi minimal akan mengurbankan 24 ekor kerbau belum termasuk hewan potong lain. Itulah sebabnya selain memiliki nilai ekonomis tinggi, hewan ini juga melambangkan kesejahteraan sekaligus menandakan tingkat kekayaan dan status sosial pemiliknya.

Sunday, June 7, 2009

Just Ordinary Photo Session at Puncak and Kawah Putih ( first trip with BBC)




Holla...
ini sebenernya awalnya mau pada tandem paragliding di Puncak tapi berhubung seharian itu tailwind terus ya udin akhirnya kita cuma foto-foto aja.. Meskipun agak - agak kecewa ga bisa melayang di udara tetap aja kita happy luar biasa.Ini adalah first trip pertama gw dengan komunitas baru yang ketemu gara-gara ke Ujung Genteng waktu itu.emm..fokusnya mungkin sama-sama trip tapi 75% tetap diisi dengan kenarcisan.
After that kita meluncur ke Bandung dengan tujuan utama memang ke Kawah Putih. Diselingi dengan makan dan visit FO ..ehm..akhirnya kita baru sampai di Ciwidey jam 22.00 dan langsung disergap hawa dingin..Ga garuh sih, tetap aja hahahihi. Kita stay di Patuha Resort yang ciamik punya view dan bersih plus murah. Kamarnya bentuknya barak dan walaupun belum ada air panasnya tetap aja kita ga pada mandi (lho??). Besok paginya eh siang dehh kita baru menuju Kawah Putih.
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C, terletak di daerah Ciiwidey sekitar 46 km dari Kota Bandung menuju selatan atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri karena airnya dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, kadang-kadang juga berwarna coklat susu. Untuk masuknya dikenakan biaya Rp. 10.000 dan udah buka dari jam 07.00 pagi. Ke Kawah Putih yang hawanya dingin itu emang ga bisa siang-siang soalnya sebentar juga dah mendung dan ditutupi kabut..
Mmm...emang udah takdir kali ya disana auranya cuma buat foto2 narcis doang. soalnya rame bo dan hampir ga ada spot yang kosong kecuali kalau kita betah berlama-lama mencium bau belerang.
ya gpp deh sekali-sekali pergi untuk bernarcis ria (really??sekali-sekali??).

Wednesday, June 3, 2009

Bromo, Again...

Mengunjungi Bromo untuk kedua kalinya baru menemukan gregetnya. mungkin karena kali ini saya tidak harus menempuh rute yang melelahkan dengan berjalan kaki dari Semeru. Dinginnya lebih menggigit -just because faktor age :P- walaupun sudah memakai baju berlapis-lapis. it's worth dengan suguhan pemandangan yang saya dapat.




Have you ever seen this flower among the desert?

Sunday, May 31, 2009

Bromo Again, Against Bromo...




Setelah bertahun-tahun akhirnya gw menginjakan kaki lagi disini. Perjalanan yang menyenangkan karena ga usah susah-susah berjalan kaki ( ga kayak dulu jalan kaki dari semeru dan menghirup pasir.). Meskipun ga bisa landing di Malang due the bad weather ya udin the show must go on dari Surabaya, tempat kita di hamparkan...
Sampai Bromo almost midnight and dinginnya ya oloooo tak terampuni. jam 03.30 kita udah digedor sama petugas hotelnya untuk melihat sun rise yang emang jadi paket tour kebanyakan kalo di bromo yang lokasinya ada di Pananjakan, yang dapat dicapai dari Cemoro Lawang, Nongkojajar maupun dari Tosari. Dari sini kita bisa melihat dari ketinggian yakni Gunung Bromo, Batok dengan latar belakangnya Gunung Semeru. Untuk kesana kita harus menyewa jeep yang, sumpah, dia tau arah lho di kegelapan kabut, padahal padang pasir, tinggal kita deg2an..
Sampai di Pananjakan itu kirain kita yang paling pagi ga taunya jeep kita dapat parkir paling belakang..:P..dan udah ga dpt tempat yang strategis untuk memotret dan di potret karena udah dikuasai hiksss serta sempet stress pula karena shutter gw ga mau dipencet trus pindah ke pocket dulu..
Ga lama di Pananjakan kita lanjut ke kawah Bromo, dan begitu juga yang lain kayaknya se ide soalnya pas kita sampai di tempat parkir tingal beberapa jeep yang masih stay dan di parkiran kawah bromo terlihat lagi...dari parkiran kawah ini untuk menuju ke kawahnya kita bisa naik kuda dengan harga 50rb/org atau jalan kaki..
Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Kawah Bromo yang merupakan kawah dari Gunung Bromo mempunyai garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Destination terakhir dari perjalanan ini adalah ke tempat yang mengingatkan gw sama film Laura Ingalls soalnya padang rumputnya keren banget cuma ..ehmm..panas banget bo..bisa terbakar muke kalo ga ditutupin.
so far gw puas meskipun setelah itu kita harus marathon meeting selama 3 hari komplit...hiks..

Thursday, May 14, 2009

Chasing The Clouds




Ini foto iseng-iseng waktu mau ke Pulau Galang bulan lalu. See, mataharinya sembilan dan melotot semua alias panasssssss banget.

Posisi : di dalam mobil AC dan kaca tertutup