Friday, December 25, 2009

Merry Christmas, guys.....




May your Christmas be filled with Joy, Love and Peace, one to another..


Wednesday, December 9, 2009

I Left My Heart in Saigon


Sebegitu banyaknya penerbangan yang saya lakukan, baru kali ini saya disuguhi pemandangan spectacular ketika hendak landing di Bandara Internasional Tan Son Nhat, Saigon. Seperti hamparan lautan bintang gemerlapan, kota Ho Chi Min menyambut saya malam itu, sometimes terlihat seperti sebaran bara api di gurun pasir. Waktu yang di butuhkan mulai dari landing position sampai benar-benar landing cukup lama sehingga seperti sedang city tour dari udara sambil membayangkan naik "angkot masa depan " yang melayang-layang.

So, What Should Do in HCMC??
Tour :
Tempat wisata di HCM semua terletak di luar provinsi sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menuju ke sananya. Biasanya tur starting in the morning and ended in the afternoon. Suggest untuk siapapun yang ingin mengambil paket tour harganya jauh lebih murah ketika kita go show disini ketimbang booking dari internet. Hindari mengambil City Tur karena city tour dapat kita lakukan sendiri.Even kita harus take a cab/taxi, argonya tidak akan mencekik leher.

Shopping :
Vietnam terkenal dengan barang-barang murahnya. its true. Pasar Ben Thanh yang terkenal sebagai One Stop Shopping memang surganya belanja. Buka hingga pukul 6 sore dan dilanjutkan dengan Pasar Malam yang buka di sebelahnya. Bargaining is a must. Untuk di Ben Than rata-rata mereka memasang harga pas atau fix price. Berbeda dengan di pasar malam, harga masih bisa ditawar hingga 50%nya untuk barang yang sama. trust me. Selain Ben Thanh Market itu sendiri, di area sekitar pasar jgua banyak butik- butik yang menawarkan barang dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang masih reasonable.


Meal:
Its so easy to find something to eat in HCMC karena banyak sekali tempat makan dan rata-rata mereka mengerti untuk tourist dari barat ( dalam artian bukan bule) mereka mengatakan untuk yang halal dan yang tidak halal. Penjual Roti perancis dan Spring Roll banyak bertebaran di sepanjang jalan. Begitu juga penjual Pho atau makanan khas yang harus di coba. Dan tentu saja Kopi Vietnam yang terkenal strong itu....



Transportasi :
Do Not take other taxi but Vinasun or Mailin Taxi. Vinasun, biasanya menggunakan kijang sebagai armadanya. Untuk becak yang so so slimy itu kayaknya mereka sudah tau dan memanfaatkan untuk daya tarik turis sehingga harga yang di berikan untuk keliling kota agak-agak mahal.

Hotel :
Ya tentu saja pilihlah lokasi hotel di district 1 karena dekat kemana-mana. u can even walk to go here and there

Ho Chi Min City, dulunya bernama Saigon, merupakan kota terbesar di Vietnam. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 8 juta (kata tuor guidenya nih) dan hampir separuhnya mengunakan motor sebagai alat transportasi. Jadi pemandangan kedua yang saya dapat ketika sudah keluar bandara adalah lautan motor.
OK. Gw kualat deh sering ngedumel soal pengendara motor di Jakarta padahal disini makkkk….boro2 mau ngedumel, mau nyebrang aja susahnya setengah mati. Dan antara motor, mobil , sepeda dll pokoknya kayak ga ada aturan deh. Sumpah sport jantung (terutama kalau mau nyebrang) .
Kebanyakan hotel di district 1, yang merupakan turis area, adalah berbentuk Ruko. Penduduk di HCMC memiliki kebiasaan melakukan aktivitas di trotoar sehingga hampir tidak pernah di jumpai tempat sepi belum lagi lalu lalang motor di sepanjang jalan. Baik itu berdagang, sarapan, ngobrol, cuci piring, cuci motor, dll...pokoknya trotoar is the best place deh kayaknya. And beware with cable yang sembarangan banget nyantol di mana-mana.
Yang unik lagi di HCMC rata-rata orang menggunakan masker atau penutup muka, baik itu pengendara motor maupun pejalan kaki. Terutama kaum wanita bahkan mereka memakai sarung tangan dan stocking. Usut punya usut ternyata mereka tidak mau menghitam.pantesan cewek-ceweknya putih semua, cenderung kuning sih. Mmm soal kenapa juga ga ada yang "gemuk" itu yang belum ketahuan rahasianya padahal mereka setiap saat mengkonsumsi makanan "terenak" di dunia alias pork tapi koq bisa tetap langsing *envy*...
I miss Saigon already and also its Crumpler....

tulisan ini saya copy paste dari blog saya yang lain...a.k.a males mendaur ulang :P

Tuesday, December 1, 2009

Torn Between Many Lovers




Berhasil membajak Carol, Pute, David and Toton setelah seminggu udah mati gaya karena kebanyakan liat in focus dan layar laptop...


Lokasi : Hotel Majapahit, Surabaya on November

Sunday, November 29, 2009

Artikel Toraja Kebut Semalam di Readers Digest..:D




As I told before about my journey to Toraja selain memang desire destination yang perlu perjuangan keras kesananya (dari sisi kantong dan waktu)..dan inilah hasilnya ..hope this is not the last…:P

Thanks again to BBC yang udah nemenin along that journey dan supportnya , thanks to Baqi yang bukain pintu buat kirim artikel ke RD dan sumbangan fotonya, and of course buat komunitas TWC yang terus kasih support buat kirim artikel kemana2 (mas Teguh, jangan lupa artikel berikutnya bantuin edit ya and bantuin nglolosin tentunya…..hahaha..) and thanks to RD yang udah ngebalikin naskah gw yang pertama and koreksinya karena masih terlalu lebar dan akhirnya mau memuat tulisan gw yang masih masuk katagori “beginner”.
and especially thanks to Hendra atas kerjasamanya dan buat foto2 nya yang ciamik (akhirnya lo bisa lepas ga moto narcis..remember next project, bro..:D)..

*yang paling berjasa tentu si guide om Jhony walaupun gw suka kabur kalo doi lagi nerangin..*

Saturday, November 21, 2009

Drop The Water at Marina Barrage, Singapore




Lets try to forget about shopping while visit Singapore karena di negara yang penuh peraturan dan disiplin itu sekarang ada tempat wajib yang harus dikunjungi. Berwisata ke Marina Barrage kita diajak untuk merenungi pentingnya air dalam kehidupan kita..*jadi feeling quilty banget karena suka sikat gigi sambil keran tetap ngucur*.
Officially opened on Nov 1, 2008, Marina Barrage merupakan proyek bendungan yang berfungsi untuk membantu menahan air laut yang pasang, ketujuh pompa drainase raksasa berkekuatan besarnya mampu melimpahkan air laut ketika pasang.
MB juga berperan serta mengatasi persoalan banjir di beberapa daerah di Singapura yang letaknya lebih rendah seperti di Chinatown dan Geylang, pintu dam nya yang terdiri dari 9 gerbang baja yang dibangun sepanjang 350m dan tinggi 5m dibuka untuk membuang kelebihan air ke laut.
Selain itu MB juga dilengkapi dengan tehnologi sistem solarcell yaitu mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Ck.ck..ck.., two tumbs lah buat Singapore.
Selain bendungan, Marina Barrage juga memiliki Sustainable Singapore Gallery atau semacam museum air dimana didalamnya banyak simbol-simbol menarik yang mengangkat tema lingkungan hidup mulai dari pohon organik rekaan, koran-koran bekas, botol plastik daur ulang. Semuanya remind us supaya kita selalu menjaga lingkungan.
Bukan cuma pengetahuan yang kita dapat ketika mengunjungi tempat wisata MB ini. Diatas lahan seluas 10ha ini kita juga dapat berdarmawisata bersama keluarga karena di luar bangunan sendiri banyak spot yang bisa digunakan baik untuk santai-santai, atraksi maupun hanya narcis dengan Singapore Flyer as a background :D..


How to go there?
MB terletak di 260 Marina Way, setiap 15-30 menit ada layanan shuttle bus gratis dari Marina Bay MRT Station ke Marina Barrage. Tidak dipungut bayaran alias gratis untuk masuknya. MB buka mulai pukul 09:00-18:00 pada hari kerja.Pada akhir pekan dan hari libur dibuka lebih panjang mulai pukul 10:00-20:00 . MB tutup pada hari Selasa.

Wednesday, November 11, 2009

Miss Saigon Already...

Sebegitu banyaknya penerbangan yang saya lakukan, baru kali ini saya disuguhi pemandangan spectacular ketika hendak landing di Bandara Internasional Tan Son Nhat, Saigon. Seperti hamparan lautan bintang gemerlapan, kota Ho Chi Min menyambut saya malam itu, sometimes terlihat seperti  sebaran bara api di gurun pasir. Waktu yang di butuhkan mulai dari landing position sampai benar-benar landing cukup lama sehingga seperti sedang city tour dari udara sambil  membayangkan naik "angkot masa depan " yang melayang-layang.  

So, What Should Do in HCMC??
Tour :
Tempat wisata di HCM semua terletak di luar provinsi sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menuju ke sananya. Biasanya tur starting in the morning and ended in the afternoon. Suggest untuk siapapun yang ingin mengambil paket tour harganya jauh lebih murah ketika kita go show disini ketimbang booking dari internet. Hindari mengambil City Tur karena city tour dapat kita lakukan sendiri.Even kita harus take a cab/taxi, argonya tidak akan mencekik leher.

Shopping :
Vietnam terkenal dengan barang-barang murahnya. its true. Pasar Ben Thanh yang terkenal sebagai One Stop Shopping memang surganya belanja. Buka hingga pukul 6 sore dan dilanjutkan dengan Pasar Malam yang buka di sebelahnya. Bargaining is a must. Untuk di Ben Than rata-rata mereka memasang harga pas atau fix price. Berbeda dengan di pasar malam, harga masih bisa ditawar hingga 50%nya untuk barang yang sama. trust me. Selain Ben Thanh Market itu sendiri, di area sekitar pasar jgua banyak butik- butik yang menawarkan barang dengan kualitas yang lebih bagus dan harga yang masih reasonable.


Meal:
Its so easy to find something to eat in HCMC karena banyak sekali tempat makan dan rata-rata mereka mengerti untuk tourist dari barat ( dalam artian bukan bule) mereka mengatakan untuk yang halal dan yang tidak halal. Penjual Roti perancis dan Spring Roll banyak bertebaran di sepanjang jalan.  Begitu juga penjual Pho atau makanan khas yang harus di coba. Dan tentu saja Kopi Vietnam yang terkenal strong itu....

Transportasi :
Do Not take other taxi but Vinasun or Mailin Taxi. Vinasun, biasanya menggunakan kijang sebagai armadanya. Untuk becak yang so so slimy itu kayaknya mereka sudah tau dan memanfaatkan untuk daya tarik turis sehingga harga yang di berikan untuk keliling kota agak-agak mahal.

Hotel :
Ya tentu saja pilihlah lokasi hotel di district 1 karena dekat kemana-mana. u can even walk to go here and there

Ho Chi Min City, dulunya bernama Saigon,  merupakan kota terbesar di Vietnam. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 8 juta (kata tuor guidenya nih) dan hampir separuhnya mengunakan motor sebagai alat transportasi. Jadi pemandangan kedua yang saya dapat ketika sudah keluar bandara adalah lautan motor.
OK. Gw kualat deh sering ngedumel soal pengendara motor di Jakarta padahal disini makkkk….boro2 mau ngedumel, mau nyebrang aja susahnya setengah mati. Dan antara motor, mobil , sepeda dll pokoknya kayak ga ada aturan deh. Sumpah sport jantung (terutama kalau mau nyebrang) .
Kebanyakan hotel di district 1, yang merupakan turis area,  adalah berbentuk Ruko. Penduduk di HCMC memiliki kebiasaan melakukan aktivitas  di trotoar sehingga  hampir tidak pernah di jumpai tempat sepi belum lagi lalu lalang motor di sepanjang jalan. Baik itu berdagang, sarapan, ngobrol, cuci piring, cuci motor, dll...pokoknya trotoar is the best place deh kayaknya. And beware with cable yang sembarangan banget nyantol di mana-mana.
Yang unik lagi di HCMC rata-rata orang menggunakan masker atau penutup muka, baik itu pengendara motor maupun pejalan kaki. Terutama kaum wanita bahkan mereka memakai sarung tangan dan stocking. Usut punya usut ternyata mereka tidak mau menghitam.pantesan cewek-ceweknya putih semua, cenderung kuning sih. Mmm soal kenapa juga ga ada yang "gemuk" itu yang belum ketahuan rahasianya padahal mereka setiap saat mengkonsumsi makanan "terenak" di dunia alias pork tapi koq bisa tetap langsing *envy*...
I miss Saigon already and also its Crumpler....

Foto - foto bisa di liat di sini..






I left My Heart in Saigon....




Sempat agak- agak hopeless pertama kali menginjakan kaki di sini cos it's hard to find someone who can speak english....but then I felt in love with Saigon...can't hardly wait to come back again...
cek this story.....

Sunday, November 1, 2009

The Harmonism on History of Old Banten




Setelah sekian banyak mengcancel terus jalan bareng mas teguh, akhirnya setelah diiming-imingi just One Day Short Trip dan lokasinya ga jauh dari Jakarta, kita JB juga ke Banten.This is my first trip with komunitas pengelana a.k.a Penulis Pengelana, teman-teman yang mengikuti kelas Travel Writing. Starting udah agak siang langsung ke tujuan pertama Keraton Kaibon..
Keraton Kaibon, dibangun menyusul dihancur-leburkannya Keraton Surosowan oleh colonial Belanda pada awal tahun 1816. Keraton yang dibangun oleh sultan ke -21 kerajaan Banten untuk ibundanya ini, meskipun saat ini dikelilingi pemukiman penduduk yang makin padat namun tetap di jaga sebagai situs cagar budaya. Pintu gerbang atau gapuranya yang berjumlah cukup banyak, masih tersisa agak utuh. Waktu turun dari mobil agak-agak ga tertarik karena hanya sebuah lapangan dengan bekas-bekas bangunan runtuh yang menyembul..tapi ketika sudah berada di dalam ternyata tempat ini recomended buat foto prewed..:D..yang automatically of course tempat narcis...
Kunjungan berikutnya adalah ke Vihara Avalokitesvara. Vihara ini di bangun atas inisiatif Sunan Gunung Jati karena melihat banyaknya perantau yang datang dari cina untuk beribadat. Bagi masyarakat Banten sendiri, sebagai daerah dengan mayoritas masyarakat muslim, bangunan vihara ini tidak hanya sekedar menjadi bangunan bersejarah ataupun tempat beribadat tetapi juga menunjukan keharmonisan yang ada antara umat beragama. Sejarah juga mencatat bahwa pada peristiwa letusan Gunung Krakatau thn 1883 yang meluluhlantakan seluruh wilayah Banten, vihara ini menjadi satu-satunya bangunan yang tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat perlindungan bagi penduduk pada saat itu. Karena itulah masyarakat Budha percaya dengan berdoa di sini akan mendapat keselamatan selain letaknya yang jauh dari keramaian kota sehingga suasananya mendukung untuk beribadah secara khusyuk.
Perjalanan dilanjutkan ke makam Belanda..btw sebenernya diriku lupa tempat ini namanya apa, kayaknya bagian dari Benteng Speelwijk, karena saya lebih tertarik pada deretan pepohonan yang besar dan berwarna abu-abu yang berjejer di pinggirannya, meskipun pohon ini mengeluarkan bau dan getah tapi di kepala udah menari-nari tempat ini bagus buat di capture meskipun agak-agak smelly cat...:P
Mengunjungi Masjid Agung Banten Lama seolah kita diajak untuk menyusuri sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa. Menara Mesjid ini konon dirancang oleh warga keturunan Tionghoa. Namun ada juga yang mengatakan bahwa ini adalah rancangan pendatang asal Portugis yang kemudian menjadi mualaf. Mesjid ini sangat unik karena memiliki 6 buah pintu yang melambangkan rukun Imam dengan pintu masuk yang sengaja di buat pendek agar umat merunduk ketika memasukinya, sebagai simbol ketundukan manusia kepada penciptanya.Mesjid Agung Banten Lama sering kali di kunjungi oleh para peziarah baik dari Indonesia maupun mancanegara.
Berkunjung ke Banten Lama selain menelusuri sejarah juga membuat miris seandainya sekarang ini harmonisasi antar agama tetap ada seperti dulu...
Maaf kalau kebanyakan foto narcis secara mostly mas Teguh yang taken this picture..hehehe..


note : rute menuju ke Banten Lama dari jakarta adalah masuk tol jakarta- merak, keluar di serang Timur berbelok ke kanan ke arah kota Serang ada plang tulisannya Banten Lama.(..hadohhh...gini ni akibat tidur aja di jalan.).

Take a Deep Breath on History of Old Banten

Berwisata ke Banten adalah berwisata sejarah. Masjid Agung Banten salah satunya merupakan peninggalan yang tidak lepas dari tradisi masa lalu, di mana dalam sebuah kota Islam terdapat minimal 4 komponen. Pertama, ada istana sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja-raja. Kedua, Masjid Agung sebagai pusat peribadatan. Ketiga, ada alun-alun sebagai pusat kegiatan dan informasi. Keempat, ada pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi. Bangunan masjid yang terletak sekira 10 km sebelah utara Kota Serang ini merupakan peninggalan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), putera pertama Sunan Gunung Jati. Sebagaimana mesjid tua dan bersejarah lainnya, mesjid ini juga ramai di kunjungi oleh peziarah khususnya menjelang Maulud Nabi.Peninggalan lain yang merupakan daya tarik Banten Lama adalah sisa-sisa kerajaan Banten yang di pertegas dengan Plang "Situs Keraton Kaibon" meskipun sekarang ini hanya tinggal puing- puing dan beberapa bangunan yang sudah tidak bisa lagi di renovasi.
Tidak pernah terbayangkan bahwa dahulu Kawasan Banten ini merupakan pelabuhan yang lebih besar dari Sunda Kelapa. Konon kota Banten hancur ketika terjadi letusan gunung Krakatau pada tahun 1883



Thursday, October 29, 2009

me, gabnmic....




tq om ojoss for this lovely picture...

Wednesday, October 28, 2009

Sorry, Geocities Has Closed.....

previous display


Jdarrr...and I lost another playground..hiks... and also my site display just because  I customized my site with my own CSS and use Yahoo Geocities as its web hosting. Yahoo Geocities is not free anymore.....

Sunday, September 27, 2009

"Egg, Chicken, and Where's Mr. Kelly ?"

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Documentary
Agak-agak takes time waktu mentranslate film ini karena saya harus mencoba memahami maksud pembicaraan dari orang Papua itu sendiri. Film dokumenter garapan sutradara Tony Trimarsanto, winner Best Art Director untuk film "Daun di Atas Bantal” dan 59th CANNES FILM FESTIVAL 2006, feature movie “ S E R A M B I “ serta film2 lainnya, berlatar belakang violence di Tanah Papua yang terjadi between 1962 sampai 1967 bahkan saat ini.
Beberapa translate ada yang salah ketik, tapi mas Tony ga mau ngeralat padahal udah ta kasih tau..:P
Film ini telah diputar dibeberapa festival film international diantaranya Busho International Film Festival 2009 Hungaria dan Budapest Short Film Festival 2009 Hungaria, 6th Short Film Festival Tokyo Japan 2009 dan sekarang lagi masuk kompetisi di Bolzano Short Film Festival, Italy.
so, kunjungi linknya and give the review and vote and dukung sineas Indonesia di Dunia International...promosi :))


link film: http://www.cultureunplugged.com/play/4086/Egg--Chicken-and-Where-Mr--Kelly
About Tony : http://trimarsantofilms.com/

Monday, September 14, 2009

What Left Behind from The ICAAP 2009




Just only a few captures from that Event. More detail about ICAAP, please visit www.icaap9.org

Note : The International Congress on AIDS in the Asia and Pacific is the single largest gathering in the Asia and Pacific region which focuses on a single health issue of HIV & AIDS and being held every two years in a different country.

See u in Busan, Korea on 2011...:P

Sunday, September 13, 2009

Workshop Klinik Fotografi Kompas

Rating:★★★★★
Category:Other
Tanggal 13 September 2009 kemaren, Klinik Fotografi Kompas bekerjasama dengan Kompas.com dan Gramedia menyelenggarakan Workshop 1 hari untuk kelas Intermediate dengan tema "LANDSCAPE"..(catet ya boo.."LANDSCAPE"). Mengambil tempat di Gramedia Matraman dengan pembicara fotografer Kompas yang udah lalu lalang malang melintang di dunia perfotografian, Arbain Rambey. Mulai dari suka dukanya ketika mengambil satu gambar dengan angle dan komposisi yang sama tapi harus berulang-ulang karena pake kamera analog alias kamera yang menggunakan film, sampai sekarang diberi kemudahan menggunakan kamera digital dan juga software yang mempermudah kita untuk menghasilkan gambar yang kita inginkan..btw si Om juga ternyata masih suka pake kamera analog untuk saat ini.
Sesuai dengan judul Workshop yaitu "Landscape" tentunya tidak harus fotografer profesional yang mengerti makna Landscape bahkan yang amatir, ataupun ketika belajar melukis kita sudah mengerti ketika guru mengatakan Landscape. Yang terbayang di kepala saya waktu berangkat adalah pelajaran mengenai cara memotret landscape atau pure pemandangan. Tapi ternyata beliau juga mereview mengenai tehnik fotografi yang lain.Thank you, Om :D
so far Om Arbain yang kocak pembawaannya itu sooo apa adanya memberikan materi secara gamblang dan mudah di mengerti disertai penjelasan contoh-contoh hasil jepretannya sehingga ga terasa membosankan. Sometimes beliau juga tidak sungkan untuk memberikan tips-tips dan juga hal-hal yang mempermudah dan memperingan kita as a fotografer supaya ga kehilangan moment. Bahasa yang dipakai tuh "gw banget" jadi enak didengar. Misalnya soal tripod yang ga perlu mahal dan ringan dan kalo mau stabil cukup di gantungin kresek isi batu..asik banget deh..trus kalau memang niatnya mau foto landscape ya ga perlu bawa lensa sampai kayak mau mudik alias semua lensa di bawa (apalagi mengingat kita cuma workshop di gedung Gramedia yang visualnya juga terbatas jadi ga perlu bawa "si moncong putih" karena kita bukan mau moto pertandingan bola, mas..peace :DD). Low Profile banget deh untuk orang sehebat beliau.
Anyway, Saya hanya seorang traveling yang sama sekali tidak piawai menjepret. Ketika singgah dari satu kota ke kota lain mau tidak mau saya selalu disuguhi pemandangan/ landscape kota tersebut. Itulah sebabnya saya merasa tidak ada salahnya saya mencoba memperbaiki hasil jepretan saya supaya agak lumayan dan enak dilihat dengan mengikuti workshop ini. Syukur-syukur ada yang beli..heheheh..
Cu on next workshop and thank you for sharing Om..

link : www.kfk.kompas.com





Sunday, September 6, 2009

Jelang Senja di Senggigi

Menghadap selat lombok yang berbatasan dengan pulau Bali, Pantai Senggigi menawarkan panorama sunset yang memukau, dengan jejeran pohon kelapa dan aktivitas pemancing lokal sebagai pelengkap. Terletak di sebelah barat pulau Lombok dan merupakan pantai terdekat yang dapat ditempuh dari kota maupun dari airport.


(picture taken from my other blog..i lost my Lombok Picture Files..hikss )

Wednesday, August 26, 2009

Day by Day in Toraja - Day 2

OK. Seperti biasa kota Rantepao sudah mendung dari pagi. Tapi based on experience kemaren hari ini tetap semangat melanjutkan explore diToraja. Rugi dong secara nanti malam kita dah cabut lagi ke Makasar. Tujuan pertama kita hari ini adalah ke Londa. Londa adalah pekuburan berbentuk gua yang terletak di desa Sendan Uai, kecamatan Sanggalai, berjarak sekitar 7 kilometer di sebelah selatan kota Rantepao. Tempatnya agak lembab dengan jalan masuk menuruni beberapa anak tangga. Btw ini dalam gua boo..jadi gw memilih untuk meyambut kedatangan mereka aja di pintu gw, secara gw claustrophobia… Dari cerita teman-teman yang masuk, di dalam gw yang gelap dan sempit itu banyak tulang belulang dan ratusan tengkorak yang sebagian sudah berumur ratusan tahun. Banyak juga peti-peti mati yang masih baru. Tapi sama sekali tidak ada bau pengap . o iya , btw di pintu gua ada mas-mas yang nyewain lampu untuk masuk ke   gua..satu lampu bisa dipakai 2 – 3 org dan harganya Rp.40.000 u satu buah lampu..bisa dianter juga sama mas-2nya ..yaiyalah, siapa juga yang mau nyasar di dalam bersama tumpukan tulang belulang dan peti mati yang baru 2 minggu… Actually tujuan selanjutnya adalah kita mau ke sebuah Rante. Rante adalah tempat upacara pemakaman secara adat. Di rante terdapat puluhan atau bahkan ratusan buah menhir (batu megalit). Batu megalit atau simabuang batu ini memiliki ketinggian 2-5 meter. Rante yang kita kunjungi kali ini adalah Bori’ Kalimbuang terletak di sebelah utara kota Rantepao dan berhawa sejuk karena terletak di kaki gunung Sesean. Jiaaaa….tempatnya ciamik boo buat narcis:P.
Koq ya di dekat situ lagi ada keriaan alias wedding party jadi kita makan gretong secara Om Jhony kenal sama yang punya hajat.Perkawinan, dan membangun Tongkonan dapat di katagorikan dalam upacara adat Rambu Tuka’ atau upacara syukuran. Makasih loo, makanannya dan foto-fotonya:P. Destination terakhir hari ini adalah menuju puncaknya Toraja, atau ke Batu Momonga. Sepanjang perjalan hujan terus dan kita molor secara kekenyangan. Dari Batu Momonga ini kita bisa lihat Toraja yang elok permai, kayak lukisan apalagi sore itu kita disuguhi pelangi…
Thanks God for this perfect completely trip..

Tuesday, August 25, 2009

Coral Island, Pattaya, Bangkok



Hanya 2 jam dari Bangkok, terletak di sebelah barat Pattaya, Coral Island atau sebenarnya bernama Ko Larn menyajikan wisata laut yang terbayarkan karena pantainya yang berpasir putih, bersih . Banyak permainan dan olahraga air yang bisa di lakukan di sini .. Ataupun hanya rileks dan berjemur di pinggir pantainya.Meskipun banyak toko yang menjual souvenir namun tidak satupun penjaja toko yang menawarkan dagangannya, seolah menghormati para wisatawan yang memang datang ke sana untuk menikmati "their holiday" "Do Not Disturb" benar-benar di jalankan dengan patuh disini.

Monday, August 24, 2009

Day by Day in Toraja - (Second Trip with BBC) Day 1

On this Second Trip with BBC kali ini, kami punya kesempatan pergi ke desire destination (tepatnya my desire destination sich..tq buat BBC yang udah berhasil diracuni untuk menemani), Tana Toraja.   Meskipun agak delay-delay sedikit  dan agak-agak worry pas boarding karena bareng rombongan “J” akhirnya jam 8 malam waktu setempat kita savely landing di Sultan Hasanuddin yang wow punya. Beneran, Bandaranya hampir mirip-mirip kayak bandara di Thailand tapi tentu aja WCnya teteupppp..(you know what I mean lah).
Sebelumnya kita sudah arrange untuk rent a car dengan pertimbangan karena kita pergi ber – 6 maka biaya yang di keluarkan untuk trip ke Toraja selisihnya ga jauh dengan apabila kita ngeteng. FYI, ada bus umum yang melayani rute UP – Toraja dengan harga tiket Rp.80rb dan  bisnya bagus-bagus. Lama perjalanan yang di tempuh adalah kurang lebih 8 jam. Jam 06 pagi kita sudah tiba di Rantepao yaitu kota yang biasanya menjadi center untuk para wisatawan explore tempat wisata di Toraja. As u know bahwa siapapun yang berkeinginan ke Toraja tentunya sudah paham bahwa wisata di sana mostly didominasi untuk pergi ke unique cemetery. That’s why Tana Toraja sudah booming di international dengan funeral ceremonynya ( Rambu Solo’).
Dengan di damping seorang capable guide tour kita starting that day ke
Kete Kesu’. Dari pusat kota wisata Rantepao, jaraknya sekitar 4 kilometer, kurang lebih 30 menit. Kete Kesu, seperti sebuah miniature perkampungan Toraja, terletak ditengah areal sawah sehingga menyajikan pemandangan yang ciamik, dengan deretan tongkonan atau rumah adat Toraja. Areanya bersih dan beberapa tongkonan masih di huni. Ada 6 buah tongkonan di Kete Kesu yang sudah berusia puluhan tahun dan kesemuanya menghadap utara dan berhadapan dengan 12 lumbung padi sebagai partner setianya. Beberapa sudah di tumbuhi semak di atapnya. Kete Kesu sendiri berarti pusat kegiatan. Berjalan kira2 100meter ke belakang  terdapat kompleks  pemakaman (..yeahh..and the tour begin nih..) yang teduh dikelilingi pohon bambu. Ada makam leluhur yang di buat dari semen, tumpukan erong (peti mayat) yang berbentuk perahu, kerbau dan babi yang sudah lapuk dan kusam, serta tentu saja tumpukan tulang belulang. Tapi foto2 di sini juga keren koq (terutama buat Baqi : P) .
Berdasarkan bocoran yang di dapat si Om Jhony, tour guide kita, rupanya ada sebuah desa yang sedang melakukan rangkaian upacara adat Rambu Solo. Ga pake mikir di seruduk gerombolan babi kita segera join. Rambu Solo adalah salah satu upacara adat di Tator yang sampai saat ini masih terus di jaga kelestariannya. Rangkaian upacara ini bisa memakan waktu berhari- hari dan biaya yang tidak sedikit bahkan sampai milyaran rupiah. Oleh sebab itu ada bulan-bulan tertentu untuk melakukan upacara ini, biasanya di bulan Juli dan Agustus banyak pihak keluarga yang baru melakukan upacara Rambu Solo’, mengingat di bulan – bulan itu mungkin banyak libur sehingga sanak saudara dan kerabat yang telah merantau dapat menghadirinya. Dalam upacara ini banyak hewan yang di kurbankan dan semakin banyak hewan yang di kurbankan semakin naik pula status social si penyelanggara pesta. Hewan termahal adalah kerbaudan seorang bangsawan minimal harus mengurbankan 24 ekor kerbau belum lagi babi dan ayam. Itulah mengapa biaya upacara ini sangat mahal, karena satu ekor kerbau apalagi yang memiliki ciri  khusus dapat dihargai hingga ratusan juta rupiah.

Masih satu rangkaian dengan upacara tersebut, kita berkesempatan pula menyaksikan adu kerbau atau yang biasa di sebut Mapasilaga Tedong. Acaranya diadakan di sebuah lapangan dan yang nonton banyakkkkkk banget soalnya acara ini emang yang paling di tunggu-tunggu dari awal. Dari tempat adu kerbau ini kita jalan kaki sedikit ada sebuah perkampungan atau apalah yang asri banget dimana di belakang rumahnya itu ada sungainya yang jernih. Trus si tante dan keluarganya yang dirumah itu baik banget..kita di suguhin kopi toraja n biscuit sambil duduk-duduk di tongkonan. What a wonderful evening we have…cant hardly wait for tomorrow

untuk foto narcisnya ada di sini :P

Friday, August 21, 2009

Dine Me, Sushi Me




Selain tempe, makanan favourite gw adalah Sushi. Mungkin agak illfil kalau tau bahwa sebenarnya membuat sushi yang "sah" adalah dengan menggunakan tangan telanjang ketika mengepalkan nasi menjadi suatu bentuk. Akan tetapi sekarang ini beberapa rumah makan jepang sudah banyak yang menggunakan sarung tangan dalam proses pengepalan nasinya. Pada umumnya bahan makanan laut yang di gunakan adalah mentah, tetapi beberapa jenis sushi menggunakan makanan yang sudah matang
Di Jepang sendiri 'the real Sushi' masih tergolong makanan mahal karena cara membuat sushi itu sudah di katagorikan sebagai seni, baik dalam proses pembuatannya maupun ketika menyantapnya. Sushi Shokunin adalah sebutan terhormat ahli sushi di restoran sushi tradisional dan merupakan profesi dengan penghasilan tinggi. Hampir semua ahli sushi di dominasi oleh pria atas beberapa pertimbangan tertentu. Jenis Sushi biasanya digolongkan berdasarkan bentuk nasi. Selain itu sushi juga banyak macamnya di lihat dari isinya, daun yang membungkusnya, etc. Tapi ga sempet kali ya boo ngapalin nama- namanya as long gw cuma tau itu makanan yang terbuat dari nasi di campur cuka beras di kepal-kepal dan diisi makanan laut..mmm..yummy..

Knocking On "1million" Doors...

Gedung megah bergaya Art deco karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag ini dulunya digunakan sebagai kantor pusat kereta api pada jaman penjajahan Belanda. Masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung Lawang Sewu, mengingat banyaknya jumlah pintu dalam gedung. Lawang Sewu sendiri dalam bahasa jawa yang berarti seribu pintu atau banyak pintu meskipun belum tahu kebenarannya apakah jumlah pintunya benar-benar seribu...
Sejarah mencatat bahwa gedung ini di buat pada tahun 1904 dengan mendatangkan semua material penting dari Eropa. Tahun 1907 mulai dipergunakan untuk kantor jawatan kereta api Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) kemudian kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKAI) yang kini menjadi PT Kereta Api (KA)


Just Info, Lawang Sewu terbagi menjadi empat bagian gedung, yaitu gedung A yang berbentuk L; gedung B adalah gedung di bagian belakang yang bentuknya membujur arah utara selatan; gedung C adalah gedung bagian tengah yang dulu difungsikan sebagai kantor; serta gedung D yang terdiri atas gedung-gedung penunjang seperti kamar mandi.

Wednesday, August 19, 2009

One Fine Day at Benoa




Keuntungan memilih stay di Tanjung Benoa adalah pantainya yang relative sepi dibandingkan daerah Kuta. Air baru naik ke permukaan pantai setelah diatas jam 08.00 sehingga di pagi hari hanya tampak kegiatan penduduk local ataupun karyawan hotel. Terletak di ujung timur Pulau Bali, Tanjung Benoa menjadi tempat yang sangat cocok untuk kegiatan olahraga air. Menjelang siang daerah ini akan mulai ramai dengan kegiatan seperti parasailing, jet ski, flying fish dan banana boat plus diving, meskipun airnya ga sejernih Bunaken (yaiyalah). That’s why mulai lepas dari Nusa Dua banyak berjejer tempat-tempat yang menawarkan fasilitas untuk rekreasi olahraga air, biasanya mereka menawarkan sistem paket untuk beberapa jenis ORA.
Kunjungan ke Bali kali ini , meskipun tidak bisa menikmati kesenangan-kesenangan di air tadi, gw masih punya kesempatan one day -during those busy days- untuk mencicipi suasana Benoa.

Tuesday, August 18, 2009

Completely Toraja




Walaupun delay dan begitu tiba di bandara Sultan Hasanudin, yang dengan new look futuristiknya, lgsg cabut ke Toraja serta pegel selama 8 jam, tapi memanglah ga sia-sia gw menanti dengan sabar and almost forget selama hampir 8 bln. And today is the day.
Toraja adalah one of my desire local destinations selain Ujung Genteng, Bukit Tinggi dan Bunaken, dan P.Rote, dan Raja Ampat (lohhh koq jadi banyak??), yang gw yakin gw bakalan satisfied and excited through it, se nggak enak-ga enaknya.
Gw selalu get lucky ketika bepergian sesuai list desire destination tadi. Entah dengan teman seperjalanan yang 'gila' maupun dapet event yang serba kebetulan. Salah satunya adalah hujannnnn. Horeeeeee........Ga bisa kemana mana dong secara tempat-tempat yang mau dikunjungi semua serba outdoor. Untung Tuhan mengerti bahwa gw sudah berusaha keras menahan sabar baik ngumpulin harta maupun pegel pantat untuk kesini. Maka diijinkannya matahari bersinar jam 10 dan diijinkannya pula gw melihat salah satu dari rangkaian upacara adat Rambu Solo', setelah sebelum pergi mendapat info bahwa funeral ceremony yang kesohor itu cuma ada di bulan-bulan tertentu plus klaim bhw kepergian gw kali ini 'ga timing'.
OK. Ga cuma itu gw pun mendapat new exciting experience ketika menyaksikan Ma' pasi Laga Tedong alias adu kerbau.... dan ikut baku taruh :DD.. Ga lah mana mampu gw berjudai (judi boo) senilai 80jt, cash and carry pula!!gubrag.
Udah gede lagak bikin daftar destination sampai 2 lembar dan tentu saja ga kesampaian secara kelamaan bernarcis di suatu tempat (masalahnya salah satu teman gw narcis akut...piss,bak!). But, terbayarkan just because kita juga jadi "welcoming" tamu tak diundang di acara Rambu Tuka'. . See? How lucky I am dalam satu kesempatan berkunjung bisa menyaksikan 2 upacara adat tertinggi suku Toraja.
Kabupaten Toraja merupakan daerah pegunungan di utara propinsi Sulawesi Selatan, dimana mayoritas penduduknya beragama nasrani dan bermata pencaharian sebagai petani sehingga tidaklah mengherankan sejauh mata memandang dihampir setiap sudut kota , hamparan sawah hijau dengan gradasi kuning layaknya permadani yang sengaja dihamparkan untuk menghantarkan mereka ke rumah Tuhan, plus jajaran Tongkonan (rumah adat) dengan partner setianya si lumbung padi atau dalam bahasa Toraja disebut Alang. What amazing paints I see.


Monday, August 17, 2009

Buffalo Meaning at Toraja, South Sulawesi


Orang Toraja mempunyai cara tersendiri dalam menilai kerbau. Tinggi rendahnya bergantung pada penilaian yang berlaku umum dan sudah digunakan sejak jaman nenek moyang secara turun temurun.




Dalam kepercayaan asli masyarakat Tana Toraja yang disebut Aluk Todolo, seseorang yang telah meninggal dunia pada akhirnya akan menuju ke suatu tempat yang disebut puyo dengan diiringi sebuah upacara (Rambu Solo’). Kerbau dipercaya sebagai kendaran yang mengantarkan menuju puyo. Seseorang yang berkedudukan tinggi minimal akan mengurbankan 24 ekor kerbau belum termasuk hewan potong lain. Itulah sebabnya selain memiliki nilai ekonomis tinggi, hewan ini juga melambangkan kesejahteraan sekaligus menandakan tingkat kekayaan dan status sosial pemiliknya.

Sunday, June 7, 2009

Just Ordinary Photo Session at Puncak and Kawah Putih ( first trip with BBC)




Holla...
ini sebenernya awalnya mau pada tandem paragliding di Puncak tapi berhubung seharian itu tailwind terus ya udin akhirnya kita cuma foto-foto aja.. Meskipun agak - agak kecewa ga bisa melayang di udara tetap aja kita happy luar biasa.Ini adalah first trip pertama gw dengan komunitas baru yang ketemu gara-gara ke Ujung Genteng waktu itu.emm..fokusnya mungkin sama-sama trip tapi 75% tetap diisi dengan kenarcisan.
After that kita meluncur ke Bandung dengan tujuan utama memang ke Kawah Putih. Diselingi dengan makan dan visit FO ..ehm..akhirnya kita baru sampai di Ciwidey jam 22.00 dan langsung disergap hawa dingin..Ga garuh sih, tetap aja hahahihi. Kita stay di Patuha Resort yang ciamik punya view dan bersih plus murah. Kamarnya bentuknya barak dan walaupun belum ada air panasnya tetap aja kita ga pada mandi (lho??). Besok paginya eh siang dehh kita baru menuju Kawah Putih.
Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C, terletak di daerah Ciiwidey sekitar 46 km dari Kota Bandung menuju selatan atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri karena airnya dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, kadang-kadang juga berwarna coklat susu. Untuk masuknya dikenakan biaya Rp. 10.000 dan udah buka dari jam 07.00 pagi. Ke Kawah Putih yang hawanya dingin itu emang ga bisa siang-siang soalnya sebentar juga dah mendung dan ditutupi kabut..
Mmm...emang udah takdir kali ya disana auranya cuma buat foto2 narcis doang. soalnya rame bo dan hampir ga ada spot yang kosong kecuali kalau kita betah berlama-lama mencium bau belerang.
ya gpp deh sekali-sekali pergi untuk bernarcis ria (really??sekali-sekali??).

Wednesday, June 3, 2009

Bromo, Again...

Mengunjungi Bromo untuk kedua kalinya baru menemukan gregetnya. mungkin karena kali ini saya tidak harus menempuh rute yang melelahkan dengan berjalan kaki dari Semeru. Dinginnya lebih menggigit -just because faktor age :P- walaupun sudah memakai baju berlapis-lapis. it's worth dengan suguhan pemandangan yang saya dapat.




Have you ever seen this flower among the desert?

Sunday, May 31, 2009

Bromo Again, Against Bromo...




Setelah bertahun-tahun akhirnya gw menginjakan kaki lagi disini. Perjalanan yang menyenangkan karena ga usah susah-susah berjalan kaki ( ga kayak dulu jalan kaki dari semeru dan menghirup pasir.). Meskipun ga bisa landing di Malang due the bad weather ya udin the show must go on dari Surabaya, tempat kita di hamparkan...
Sampai Bromo almost midnight and dinginnya ya oloooo tak terampuni. jam 03.30 kita udah digedor sama petugas hotelnya untuk melihat sun rise yang emang jadi paket tour kebanyakan kalo di bromo yang lokasinya ada di Pananjakan, yang dapat dicapai dari Cemoro Lawang, Nongkojajar maupun dari Tosari. Dari sini kita bisa melihat dari ketinggian yakni Gunung Bromo, Batok dengan latar belakangnya Gunung Semeru. Untuk kesana kita harus menyewa jeep yang, sumpah, dia tau arah lho di kegelapan kabut, padahal padang pasir, tinggal kita deg2an..
Sampai di Pananjakan itu kirain kita yang paling pagi ga taunya jeep kita dapat parkir paling belakang..:P..dan udah ga dpt tempat yang strategis untuk memotret dan di potret karena udah dikuasai hiksss serta sempet stress pula karena shutter gw ga mau dipencet trus pindah ke pocket dulu..
Ga lama di Pananjakan kita lanjut ke kawah Bromo, dan begitu juga yang lain kayaknya se ide soalnya pas kita sampai di tempat parkir tingal beberapa jeep yang masih stay dan di parkiran kawah bromo terlihat lagi...dari parkiran kawah ini untuk menuju ke kawahnya kita bisa naik kuda dengan harga 50rb/org atau jalan kaki..
Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Kawah Bromo yang merupakan kawah dari Gunung Bromo mempunyai garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Destination terakhir dari perjalanan ini adalah ke tempat yang mengingatkan gw sama film Laura Ingalls soalnya padang rumputnya keren banget cuma ..ehmm..panas banget bo..bisa terbakar muke kalo ga ditutupin.
so far gw puas meskipun setelah itu kita harus marathon meeting selama 3 hari komplit...hiks..

Thursday, May 14, 2009

Chasing The Clouds




Ini foto iseng-iseng waktu mau ke Pulau Galang bulan lalu. See, mataharinya sembilan dan melotot semua alias panasssssss banget.

Posisi : di dalam mobil AC dan kaca tertutup

Thursday, April 16, 2009

Spy on Curug Cikaso


Perjalanan menuju ke sini biasanya satu paket dengan perjalanan ketika menjelajah Ujung Genteng. Untuk mencapai curug ini terlebih dahulu kita harus menyeberangi sungai Cikaso menggunakan sampan, dimana ketiga air terjun dari curug ini yang mengalirinya.



Untuk rute ke Ujung Genteng sendiri bisa start dari Bogor/Jakarta dengan arah Sukabumi menuju Surade, sebuah kecamatan sebelum Ujung Genteng. kemudian dilanjutkan ke Ujung Genteng. lokasi curug ini kira-kira 31 km arah balik dari UG.

Monday, March 16, 2009

Cross The Country on Half Day...




On January yang lalu kayaknya cuma iseng deh, mau nyobain gratis fiskal pake NPWP. tau-tau begitu mendarat di Hang Nadim koq gw dah ke counter Ferry...(hihi..bo'ong). Tapi bermodalkan cuek seperti biasa, gw lanjut aja...its really only a half day. berangkat pagi pulang sore. Waktu itu 2 hari menjelang Imlek jadi jalanan udah mulai sepi. yang ramai cuma di Cinatown..yaiyalahya..kabarnya malam Imlek jam 24.00 ada sale gede-gedean disana..hiks...
jadi gw cuma melintas naik turun MRT, ke cinatown dan bugis street trus balik lagi..cuma ini jadi pengalaman aja sendirian cross the country..

(how to get there?boleh dibaca di sini)

Sunday, March 15, 2009

Jakarta - Singapore via Batam


Kalau selama ini sudah menjelajah sebagian Nusantara dengan bersolo karir, setelah meyakinkan diri dan mencari referensi kesana-kemari, akhirnya gw memberanikan diri memulai trip "ke LN Alone"
Destination gw pertama adalah Negara tetangga terdekat Singapore. Dengan memanfaatkan sedikit korupsi waktu dari bisnis travel alias kerjaan kantor, gw menyeberang dari Kep. Riau alias Batam karena ini merupakan jalan terdekat yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Batam - Singapore hanya berjarak tempuh +/- 1 jam perjalanan by boat dengan jam keberangkatan setiap 40 menit. Ini awal tahun 2009 dimana pemerintah membebaskan biaya fiscal bagi pemegang NPWP dan sekaligus gw menguji coba hal itu..

1. TIKET
Ada beberapa perusahaan Shipping yaitu Batam Fast dan Penguin yang berangkat dari Pelabuhan Laut Batam Centre ( Batam Centre adalah PL yang terdekat dari Bandara, dgn ongkos Taxi yang sudah di patok sekitar Rp. 70.000). Saya memilih Penguin karena katanya ferrynya lebih baru dan bersih (tapi kayaknya sama-sama aja, dulu saya naik Batam Fast juga bersih). masing – masing punya kelebihan dan kekurangan,nanti akan saya bahas.
Beberapa tips dalam membeli tiket:
a. Ada baiknya kita membeli tiket Ferry di Bandara karena harga lebih murah 2 dollar dari harga di Pelabuhan dan sudah saya buktikan (ini juga referensi dari beberapa orang). Begitu mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, sebelum menuju tempat pengambilan bagasi, disebelah kanan terdapat loket penjualan Ferry ke Singapore.
b. Lebih baik membeli Tiket PP kalau anda berniat kembali dengan ferry juga, karena harga tiket One Way dan PP terpaut jauh. Dan disarankan juga membeli dengan dolar karena kalo dikurs rupiah selisih dengan nilai dollarnya juga lumayan.
c. Untuk Tiket Batam Fast memang kelihatan jauh lebih murah (PP = S$16) dan Penguin S$ 32, akan tetapi ketika sudah ditotal dengan pengeluaran seaport baik dari Batam Centre maupun Harborfront total keduanya adalah sama yaitu S$45. Harga Tiket anak- anak dibawah 12 tahun dan dewasa berbeda sekitar S$4

Setelah mendapatkan 2 tiket untuk PP, seperti yang sudah dikatakan dari Bandara naik Taxi 70.000 (lumayan mahal untuk jarak dekat), kalau sampai Batam masih siang biasanya banyak yang langsung ke Singapore.makanya ajak aja orang untuk JB (Join Bareng) lumayan khan ngirit..


2. CHECK IN TIKET dan BAGASI
Tentunya setelah mendapatkan tiket kita harus check in dulu di counter tiket di Pelabuhan. Pilihlah counter sesuai dengan penyeberangan yang kita pilih. Di Batam Center , Counter Penguin terletak di Lt 1 dan ada dua counter. 1 adalah counter chek in untuk keberangkatan jam saat itu. Tandanya ada update jam keberangkatan. jadi kalau emang berniat berangkat langsung ya sebaiknya check in 1 jam sebelumnya kalau ga mau ditinggal ferry karena mereka jarang yang telat. 1 lagi counter Penguin Booking Advance untuk keberangkatan jam-jam berikutnya. Ternyata enaknya beli tiket di penguin adalah seperti ini
Serahkan aja ke petugas loket :
1. Passport
2. kartu NPWP (kalau punya)
3. Tiket
4. Seaport Tax sebesar S$7.
Kita akan mendapatkan kembali Passport, Kartu Keberangkatan dan Kedatangan yang secara computerized sudah diisi (dulu waktu naik Batam Fast harus manual ngisi sendiri pakai bolpoint..iya kalo bawa), Tiket dan Boarding Pass.
Kalau kita bawa Bagasi kita mesti urus bagasi dulu di tempat bagasi sambil nyerahin Boarding Pass untuk dikasih no.bagasi
Tiket Penguin adalah open untuk 1 tahun dan tiket dapat dipergunakan baik dari maupun ke Singapore atau sebaliknya. Jadi kita ga perlu khawatir tiket berangkat dan pulang ketukar. Kasih aja salah satu tiket yang mau di chek in jam nya.
3. FISKAL
Punya atau tidak punya NPWP kita tetap harus pergi ke loket pengurusan fiscal untuk melakukan scanner terhadap boarding pass. disini kita juga kembali harus menyerahkan Passport, Boarding Pass dan NPWP.
4. IMiGRATION CHECK
Setelah urusan di loket fiscal selesai, naiklah ke lt.2 untuk Imigration…disini kita cuma dicek passport dan Boarding Pass. Lalu ngantri untuk di cop Passport..ngantri ya bu…bebek aja ngantri..
5. BOARDING
Pada saat boarding nunjukin tiket, disobek petugas trus dah duduk manis di ferry..beda sama boarding di Singapore yang ga ada petugasnya.

Kenapa harus 1 jam sebelumnya? Kadang-kadang kita lupa ga nyiapin fotocopi kalau ada yang perlu difotocopi, kadang2 kudu antri di bagian loket fiscal, bagasi dan bahkan immigration checking, kadang-kadang malah Boarding Pass nya belum ke – scan jadi kudu balik lagi ke lt1 yang ga ada jalur antrinya alias dulu2an..jadi kita bisa resiko ketinggalan di jam keberangkatan yang udah tertera di tiket, atau di tinggal sama koper kita karena kopernya dah jalan duluan…
One thing, Penguin ga mau tau soalnya kalo kita telat..gw ga tau deh gimana kebijaksanaan Batam Fast. Kalau masih ada seat kosong kita bisa dialihkan ke jam keberangkatan berikutnya tapi kalau ga ada ya gigit jari atau ganti tiket ke ferry yang lain alias keluar uang lagi.


ARRIVAL
Begitu ferry merapat di pelabuhan Harbor kita langsung antri di line immigration untuk cop passport. Btw petugas immigrasi diHarbor tampangnya kenceng2..tapi kalo kita emang sesuai aturan (krn di Sing banyak banget aturan) ya kencengin lagi aja. Jangan coba-coba maju ngelewatin garis kuning kalo kita belum disuruh maju.
Dah gitu aja, kalau ada bagasi ya tinggal diambil trus scan bawaan lagi. Btw kalo ada bagasi untung2an minta dibuka atau enggak. Secara gw cuma bawa backpack ya lewat aja..
HarborFront terhubung langsung dengan Harbor Centre yaitu pusat perbelanjaan dan juga terhubung dengan mall terbesar Vivo City dimana banyak terdapat sign yang sangat menuntun apakah kita akan melanjutkan perjalanan dengan MRT, Bus atau Taxi.
Saya mengambil rute melewati Vivo City sekalian cuci mata untuk mendapatkan Taxi dimana juga ada line.


Kembali Ke Indonesia
Untuk kembali ke Indo dengan ferry, prosedurnya sama. Masuk melalui Vivo City menuju Harbor Centre di bagian belakang, kita naik ke lt3 untuk check in tiket ferry. Menyerahkan Tiket, Passport dan uang sebesar S$6, kita akan mendapatkan Boarding Pass berupa Kartu.
Turun lagi ke lt 2 untuk antri di immigration check mendapatkan cop passport, mengikuti line antrian dan turun ke tempat boarding..intip-intip di screen untuk liat schedule ferry trus tanpa petugas seperti halnya naik MRT Cuma nempelin boarding pass di pintu masuk, duduk manis lagi di ferry and ya gitu deh kalo pulang malem siap-siap kerokan soalnya selain ombaknya agak gede anginnya juga lumayan.

NOTE:

1. Seaport : Biaya Tax Pelabuhan. Pada waktu chek in tiket di counter kita harus membayar seaport di masing – masing pelabuhan
Penguin : Batam Centre : S$7 HarborFront : S$6
BAtam Fast : Batam Centre: S$8 HarborFront : S$21

2. NPWP
Buat yang punya kartu NPWP ga ada masalah. Buat yang tidak memiliki kartu NPWP alias menumpang dengan NPWP pasangan baik suami ataupun orangtua sebaiknya anda persiapkan fotocopy kartu NPWP dan fotocopi KK serta fotocopi halaman passport yang berisi jati diri. Maksudnya daripada anda repot-repot cari fotocopi dan fotocopi disebelah pengurusan fiscal selembar 5000??. Buat yang totally ga punya npwp ya siap – siap aja Rp.1.000.000.
Hal ini juga berlaku di Bandara, untuk keberangkatan LN fiscal Rp. 2.500.000…



Update October 25, 2009

ini ada beberapa update terkait keberangkatan dari Batam Centre. Sekarang tempat pembelian tiket, cek in, fiskal dan sudah terletak di satu lantai yaitu lantai 2..plus sekaligus ke imigration cek in..untuk tiket, kemaren saya naik Batam Fast harga tiketnya untuk 2 orang PP, 370 rupiah (kebetulan bayar pake rupiah, sudah termasuk seaport dari batam)..dan di Harbourfront langsung cek in bayar seaportnya S$40 untuk dua orang..:D

Welcomeback to Multiply Site…

Ya benar. Salah satunya akibat menjadi facebooker all the time. Di angkot buka FB, nunggu KRL datang nge Face book, sampai kantor yang pertama di buka FB, mau tidur bahkan waktu ngelilir (terjaga sesaat selagi tidur) sempet-sempetnya connect ke FB… Diingat-ingat sudah almost 2 thn saya bergabung di FB tapi baru bbrp bulan belakangan ini yang jadi addict  banget (Bayangin dong, sambil ngeringin rambut aja gw bisa cek FB..).
Situs jejaring ini memang give big impact banget ga cuma ke gw rasanya tapi hampir di seluruh dunia. But, slowly but sure gw menemukan rasa boring juga karena yang dilihat paling status orang, di comment, trus kalo di comment balik merasa exist..trus join-join group yang dari ratusan anggotanya paling cuma kenal segelintir orang. Meskipun FB juga mempertemukan gw dengan beberapa teman lama dan dengan pertanyaan standar ke semuanya “ tinggal dimana sekarang?anak berapa?kerja dimana”..dah sampai situ. Kecuali memang yang bondingnya cukup dekat kadang-kadang janjian lewat FB, ngupdate gossip, nawarin dagangan..hehehe…
Di FB biasanya orang dengan terbukanya memperlihatkan status, keadaan saat ini, perasaan bahkan sampai keinginan “pub”..gw pernah terbawa keadaan mengupdate status tapi kebanyakan kalau kesal dengan seseorang di tempat kerja..uppss..uhh..jelek banget ya. Soalnya biasanya gw ini typical to the point koq ya harus pake bahasa samar-samar di status. Iya kalo dia baca..or iya kalo dia juga termasuk dalam list friend gw.
Pada akhirnya kembali ke selera asal, back to Multiply..soalnya ternyata kalo gw butuh referensi ataupun informasi tetap aja gw googlingnya “blablabla multiply” atau dengan kata lain Multiply lebih informatiflah..hahaha… Ya lain orang lain ladang lah…tapi situ khan ga masalah bukan kalau gw menutup wall dan menolak di tag?
peace ah..

The Other Journal

http://www.onthenextdestination.blogspot.com

Big Ben ala Indonesia...


Jam Gadang adalah sebuah menara jam yang merupakan markah tanah kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 Pada masa penjajahan Belanda, jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan, sedangkan pada masa pendudukan Jepang, berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau.Ukuran diameter jam ini adalah 80 cm, dengan denah dasar 13x4 meter sedangkan tingginya 26 meter. Ada keunikan dari angka-angka Romawi pada Jam Gadang ini. Bila penulisan huruf Romawi biasanya pada angka enam adalah VI, angka tujuh adalah VII dan angka delapan adalah VIII, Jam Gadang ini menulis angka empat dengan simbol IIII (umumnya IV).


Sempat terpikir untuk menuju suatu tempat dari daerah yang panas ke tempat yang lebih tinggi adalah seperti halnya keadaan kalau mau ke Puncak dari Jakarta, yang terus terang udah males duluan. Hampir saja saya membuang kesempatan karena keraguan untuk datang ke kota yang jadi desire destination saya sejak lama. Dengan ongkos yang relatif murah (IDR 18.000) menggunakan travel dari Plaza Minang dan boleh di booking pula seatnya kalau ga mau desak-desakan serta pemandangan yang amazing, i really Thank You, God finally i can be here..
Bukit Tinggi yang terletak 90km dari kota Padang, Sumatera Barat tidak hanya memberikan kepuasan ketika menyusuri kotanya. Banyak tempat-tempat menarik yang bisa kita datangi walaupun hanya punya waktu 1 hari seperti halnya saya. Biarlah....